Tips Belajar Mandarin di China/Taiwan

Nenek tikus pergi jalan-jalan membawa kedua cucu tikusnya. Tiba-tiba ia
melihat seekor kucing sedang berjalan menghampirinya.
Dengan cepat ia menarik kedua cucunya dan bersembunyi di balik rumput yang tebal.
Sang kucing tidak melihat mereka dan tetap melangkah ke arah persembunyian mereka.
Dengan kerasnya si nenek tikus berteriak, “Guk, guk, guk…”

Sang kucing berhenti, waspada, dan menoleh untuk mendengarkan asal suara itu.

Kembali si nenek tikus berteriak, “Guk, guk, guk, guk!!”

Sang kucing akhirnya perahan-lahan berjalan menjauhi tempat persembunyian mereka.

Dengan bangganya sang nenek tikus berkata kepada kedua cucunya, “Kalian lihat sendiri cucu-cucuku. Adalah sangat berguna jika kita bisa menguasai bahasa asing.”

Saudara,

Umumnya, sukses identik dengan kekayaan dan kebahagiaan hidup. Dua-duanya harus ada.

Tahun 1950-an, jika kamu adalah lulusan SMP, 70% kamu bakal jadi orang sukses.
Tahun 1960-an, jika kamu adalah lulusan SMA, 70% kamu bakal jadi orang sukses.
Tahun 1970-an, jika kamu adalah lulusan D3, 70% kamu bakal jadi orang sukses.
Tahun 1980-an, jika kamu adalah lulusan S1, 70% kamu bakal jadi orang sukses.
Tahun 1990-an, jika kamu adalah lulusan S2, 70% kamu bakal jadi orang sukses.

Dan…..

Sekarang ini, era 2000-an, jika kamu adalah lulusan S3 sekali pun, masih belum tentu bisa jadi orang sukses! Kepintaran saat sekolah tidak menjadi garansi. Ada 1 teman yang lulusan S3 di Yogyakarta, dan sekarang rumahnya masih kos kecil di tempat padat daerah Kemanggisan Jakarta.

Jadi apa yang diperlukan untuk bisa cepat SUKSES saat ini?
Banyak orang sukses yang pernah membagi rahasia ini, antara lain:

1. Pintar mencari peluang dan merealisasikannya menjadi fakta yang menguntungkan.
2. Punya kemampuan mengolah kata-kata yang membuat orang lain senang.
3. Punya keahlian spesial dan sedikit orang yang menguasainya bidangnya.

Saudara, hari ini adalah tahun 2007. Di Indonesia, Bahasa Mandarin masih seperti oasis di gurun pasir. Mungkin oasisnya banyak, tapi airnya tidak bagus. Tangkaplah peluang ini! Masih sedikit orang yang menguasai Bahasa Mandarin dengan baik saat ini di Indonesia. Iya, kamu tidak akan kekurangan pekerjaan jika bisa Mandarin di Indonesia.

Belajarlah Mandarin untuk kepentingan Anda, untuk menjadi orang sukses. Belajar Mandarin yang benar sangat tergantung 3 hal:
1. Cara ngajar gurunya.
2. Lingkungan.
3. Apa yang memotivasi Anda.

Jika salah satu di atas tidak ada, semuanya akan kacau.

Saya jadi teringat 1 cerita:
Ada 1 anak berumur 9 tahun. Giginya jelek dan berantakan. Anak ini malu dan tidak percaya diri dalam pergaulan. Saat orang tuanya meminta anaknya untuk memasang kawat gigi, si anak sebenarnya mau. Tapi rasa takutnya menghantam keinginannya memasang kawat gigi. Dan si anak tidak pernah memasang kawat gigi sampai dia berumur 10, 11, 12, dst. Bahkan sampai dia berumur 25, keberaniannya masih belum muncul juga.

Gigi yang jelek tidak akan pernah berubah menjadi rapi jika anak itu masih takut, walau dia berumur 40 sekalipun. Akhirnya dia pun memasang kawat gigi saat dia berumur 41 tahun. Umur 43, kawat giginya dilepas dan senyumnya mengalahkan senyum Gong Li (artis Hollywood asal China).

Respond to this post